(Pelajaran penting bagi
muda-mudi yang ingin mendapatkan cinta sejati)
NAFIDATULILMI_Para ulama’ sejarah
mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk
berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik
nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara
Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak
kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan
bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara
bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila
yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila,
sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu
‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus
pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima
perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu
(sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah,
taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan
Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera
terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu
‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera
diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu
‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk
cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia
melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang
sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman
kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji
delima?”
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara
Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh,
sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan
bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka
sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila
dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun
mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu
‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera
menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu
engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau
membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih:
Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada
keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya
demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
-------------------------------------------------------------------------------------
BACA JUGA: KISAH SANG HAKIM DAN PENCURI
----------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya
nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib
serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti
anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini
dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput
tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa
terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus
ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya
begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan
berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
"Setiap yang terlarang itu menarik
(memikat)."
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang
dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan
akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut
dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi
tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu
buta.Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
"Cintamu kepada sesuatu,
menjadikanmu buta dan tuli."
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah
halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak
lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai
asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan
jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa
hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan
sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata
lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih
lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan
antara anda berdua dengan perceraian.
@Ustadz Arifin Baderi

syukron.....jazakumullaahu khair
BalasHapusafwan, wa iyyakum....sudah berkunjung k blog kami.
Hapus