Hukum Merayakan Hari Valentine (14 Februari) - Aljazary Qur'an I Berkhidmah Untuk Qur'an

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 12 Februari 2018

Hukum Merayakan Hari Valentine (14 Februari)





Islam sangat melarang ummatnya untuk mengikuti perayaan-perayaan khas orang-orang kafir, salah satunya adalah valentine day ini, karena Perayaan Valentine  ini mencakup banyak kerusakan dan penyimpangan, diantaranya:

*Merayakannya berarti membuat perayaan (hari raya) baru yang tidak ada dalam syariat islam, karena tidak ada hari raya di dalam islam kecuali dua hari raya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasai, dan yang lainya,  dengan sanad yang yang shahih, dari Anas radiyallahua’anhu dia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam datang (berhijrah) ke Madinah, sedangkan mereka (penduduknya) memiliki dua hari khusus yang mereka bermain-main didalamnya. Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan (hari) yang lebih baik daripadanya, yaitu hari (raya) Iedul Adha dan Iedul Fithri.”

* Merayakannya berarti Menyerupai ritual dan adat istiadat kaum nasrani yang merupakan karakteristik mereka. Nabi shalallhu ‘alihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari golongan mereka." (HR.  Abu Dawud), dan Dari Abu Sa’id Al-Khudry bahwasanya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (cara/metode) orang-orang sebelum kamu, sejengkal-demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga andaikata mereka menelusuri lubang masuk ‘Dobb’ (binatang khusus padang sahara, sejenis biawak-red), niscaya kalian akan menelusurinya pula.”
[Kami (para shahabat) berkata: “Wahai Rasulullah! (mereka itu) orang-orang Yahudi dan Nashrani?”. Beliau bersabda: “Siapa lagi (kalau bukan mereka-red)”. {HR. Al-Bukhary)

* Valentine Day mengajak pada nafsu dan kebinasaan, serta cinta yang diharamkan, dan menyibukkan hati dengan perkara-perkara yang akan melemahkan keimanan serta mendorong kepada syahwat.

* Tersebarnya perbuatan keji dan hubungan haram diantara pemuda-pemudi islam melalui acara-acara yang bercampur baur didalamya laki-laki dan perempuan.

Maka dari itu wajib bagi semua pemuda dan pemudi islam untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut (valentine), dan ketahuilah bahwa tidak boleh bagi seorang pemuda dan pemudi untuk berhubungan dan bermesraan atau pacaran kecuali dengan jalan menikah secara syar’i terlebih dulu, karena selain menikah tidak diperbolehkan, walau dengan alasan dan niat yang baik, karena jika diikat dengan hubungan yang sah secara agama (nikah), maka tidak akan membutuhkan lagi yang namanya valentine, dan agama islam telah menjadikan banyak sekali jalan yang mampu mengeratkan cinta antara laki-laki dan perempuan dengan jalan yang lebih aman dan bermanfaat.

Maka sudah selayaknya bagi semua kaum muslimin untuk melarang dan mencegah perayaan valentine melalui semua media baik pendidikan, media masa, iklan dll.

Dan wajib bagi setiap orang tua untuk membimbing dan mengawasi anak-anak mereka agar jangan sampai mereka salah dalam mengambil langkah dan meniru kebiasaan orang-orang bodoh. sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."(HR. Al-Bukhari)

Mutarjim: baba meiza

Sumber https://www.albetaqa.site

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman